Perang saudara di Suriah adalah bencana kemanusiaan terburuk
abad ini. Jumlah warga sipil yang menderita makin banyak. Hari ini, lebih dari
11 juta orang mengungsi. Dan dampak buruk terhadap negara tetangga semakin
mengkhawatirkan.
Tapi satu hal yang pasti : jutaan penduduk Suriah
membutuhkan pertolongan kita. Dan semakin peduli kita terhadap krisis ini,
semakin kita bisa memancing respon global untuk membantu mereka.
Mari luangkan waktu sejenak untuk mengerti kondisi ini.
Berikut beberapa fakta menyedihkan tentang pengungsi Suriah dan mengapa mereka
bisa bernasib seperti sekarang ini.
Kapan krisis pengungsi ini dimulai?
Demonstrasi anti pemerintahan dimulai pada Maret 2011,
sebagai bagian dari Arab Spring. Namun protes damai tersebut dengan cepat
berubah menjadi brutal setelah tentara pemerintah melakukan kekerasan terhadap
pendemo.
Di bulan Juli, tentara pemberontak mendapat dukungan dari
tentara Suriah yang membelot dan penduduk sipil yang bergabung ke pihak
oposisi. Perpecahan yang terjadi antara pejuang sekuler dan Islamis, dan juga
antar kelompok etnis, semakin memperburuk konflik.
Bagaimana nasib warga Suriah yang terjebak perang?
Lebih dari 4 tahun setelah konflik dimulai, sekitar 220.000
orang tewas, dan dipercaya separuh dari jumlah korban tewas adalah penduduk
sipil. Pengeboman menghancurkan kota-kota padat penduduk dan pelanggaran berat
HAM meluas. Kebutuhan dasar seperti makanan dan obat-obatan menjadi langka.
PBB memperkirakan 7,6 juta orang telah mengungsi. Lebih dari
separuh penduduk Suriah yang berjumlah 23 juta jiwa membutuhkan pertolongan
kemanusiaan mendesak.
Pada awalnya pengungsi Suriah melarikan diri dan tinggal di
Jordania dan Lebanon. Pada Agustus 2013, banyak warga yang mengungsi ke Irak
saat perbatasan negara dibuka. Namun Irak sendiri ternyata saat ini juga sedang
dilanda konflik.
Gelombang besar pengungsi menyeberang perbatasan menuju
Turki. Dengan dukungan penuh Presiden Endorgan, mereka diberi fasilitas
memadai. Saat ini lebih dari 1,9 juta pengungsi Suriah tinggal di Turki.
Kemudahan mendapat visa, hubungan dekat Presiden Ashaad di
negara-negara Arab dan kondisi pengungsian yang buruk, menjadi alasan mengapa
pengungsi lebih memilih pergi ke negara-negara eropa ketimbang ke timur tengah.
Meski begitu, bantuan aliran dana dari Timur Tengah terus mengalir untuk para
pengungsi.
Namun informasi terbaru menyebutkan sejak 2012 lebih dari
500.000 pengungsi Suriah telah tiba di Arab Saudi, namun mereka tidak disebut
pengungsi karena Pemerintah Saudi memberi izin tinggal resmi dan pekerjaan
layak kepada mereka. Sementara itu 100.000 anak pengungsi suriah juga telah
bergabung dengan pelajar lainnya di Saudi dan mendapatkan pendidikan gratis.
Bagaimana cara mereka melarikan diri?
Ribuan warga Suriah melarikan diri dari negara mereka setiap
hari. Mereka lebih memilih mengungsi setelah kampung halamannya di bombardir
dan keluarganya terbunuh.
Resiko perjalanan melewati perbatasan sering sama dengan
jika tetap tinggal di Suriah: Keluarga berjalan kaki berkilometer di malam hari
untuk menghindari tembakan sniper dan kejaran tentara yang akan menculik pria
untuk dijadikan tentara rezim. Tragedi pengungsi terbaru yang menewaskan bocah
balita telah menarik perhatian dunia dan menyadarkan dunia betapa seriusnya
kondisi ini.
Berapa banyak pengungsi di luar sana?
Setiap tahun, gelombang pengungsi bertambah dalam jumlah
berlipat. Pada 2012, jumlah pengungsi sekitar 100.000 jiwa. April 2013, menjadi
800.000 jiwa. Kurang dalam kurun waktu 4 bulan, naik dua kali lipat menjadi 1,6
juta jiwa. Sekarang ada sekitar 4 juta jiwa warga Suriah yang mengungsi keluar
negeri, ini menjadikan mereka sebagai pengungsi terbesar di dunia di bawah
mandat PBB.
Dengan kondisi ini, PBB memprediksi akan ada sekitar 4,27
juta pengungsi Suriah yang melarikan diri ke luar negeri di akhir tahun 2015.
Dan ini merupakan eksodus terburuk semenjak genosida Rwanda 20 tahun yang lalu.
Bagaimana kondisi pengungsi di luar barak pengungsian?
Tidak semua pengungsi tinggal di barak pengungsian. Mereka
yang tidak bisa menjangkau barak pengungsi mencari tempat perlindungan apa
adanya yang mereka bisa dapat. Bahkan ada pengungsi yang tinggal di kandang
ayam atau gudang tanpa aliran air dan penghangat ruangan.
Sebagian lagi ada yang menyewa kamar-kamar sempit untuk
keluarganya. Karena tidak memiliki hak bekerja formal di wilayah pengungsian,
mereka mencari makan dengan bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan makan
keluarga.
Berapa banyak anak-anak yang mengungsi?
Menurut PBB, lebih dari separuh pengungsi adalah berumur di
bawah 18 tahun. Kebanyakan telah meninggalkan bangku sekolah berbulan-bulan
bahkan lebih setahun lalu.
Anak-anak kecil begitu ketakutan dan kebingungan dengan
pengalaman mereka, tanpa rasa aman dan tanpa rumah. Sementara anak yang lebih
tua dipaksa tumbuh dewasa sebelum masanya, ikut mencari kerja dan menjaga
keluarga dalam kondisi putus ada.
Cukupkah bantuan dunia kepada mereka?
Pada bulan Desember 2014, PBB memperkirakan biaya penanganan
pengungsi Suriah sekitar $ 8.4 milyar . Namun dana yang bisa terealisasi saat
ini hanya separuhnya. Banyak organisasi kemanusiaan dunia yang mencari
sumbangan pribadi dan kelompok untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi. Namun
tetap saja masih begitu banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.
Bagaimana kita menolong mereka?
Dengan semakin bertambahnya jumlah pengungsi, bantuan setiap
orang dibutuhkan. Dan ini yang bisa kita lakukan untuk menolong saudara-saudara
kita di sana:
1. Sumbangan.
Setiap sumbangan sekecil apapun akan meolong mereka menapatkan lebih banyak
makanan, air bersih dan tempat perlindungan. Sumbanglah melalui organisasi
kemanusiaan terpercaya yang kamu ketahui.
2. Ceritakan
pada teman. Silahkan bagian artikel ini kepada teman-teman di media sosial.
Sertakan infografik tentang kondisi pengungsi agar semakin banyak orang yang
peduli.
3. Mulai
melakukan kampanye. Pengetahuan yang kita miliki bisa dilanjutkan ke aksi
penggalangan dana perseroangan. Keluarga dan teman-teman terdekat bisa diminta
berpartisipasi.
4. Tanda
tangani petisi. Tandatangani setiap petisi yang meminta Pemerintah untuk terus
men-support pengungsi Suriah. Semakin banyak tanda tangan, semakin kuat suara
kita didengar.





No comments:
Post a Comment